Address: Jl. Mayjen Sungkono,Pertokoan Wonokitri Indah, Blok S No.18, Surabaya Jatim 60225, ID
Phone (62) 8233 1177 886
Language :

  • BELUM DAPAT PROYEK? YUK, CARI TAHU PENYEBABNYA!
    16 Aug

    BELUM DAPAT PROYEK? YUK, CARI TAHU PENYEBABNYA!

    Tidak mudah bagi penerjemah lepas, apalagi yang baru terjun di dunia penerjemahan, untuk mendapatkan klien. Ketika mengetahui ada tawaran proyek, pasti langsung dikejar dengan berbagai usaha. Namun, jangan kaget jika teman-teman masih mengalami penolakan karena banyak faktor yang mempengaruhi proses penerimaan ini. Berikut ulasan lengkapnya.

     

    Faktor pertama, yaitu ketidaksesuaian layanan yang ditawarkan dengan kebutuhan klien. Bisa jadi teman-teman menawarkan jasa terjemahan kepada calon klien yang sebenarnya membutuhkan layanan subtitling atau transkripsi, dan sebagainya. Mungkin juga teman-teman menawarkan solusi yang berlebihan padahal kebutuhannya lebih sederhana, atau malah sebaliknya. Untuk mengatasi hal ini, teman-teman bisa lebih teliti dalam mencari tahu permintaan calon klien. Selain itu, latihan berkomunikasi untuk memberikan penawaran juga dapat dipelajari, sehingga calon klien paham atas layanan yang ditawarkan.

     

    Kedua, anggaran calon klien tidak mencukupi. Sering kali, layanan yang ditawarkan sudah sesuai tetapi calon klien menolak karena anggaran mereka lebih rendah dari harga yang ditawarkan. Dalam kasus seperti ini biasanya saya akan mendiskusikan lebih lanjut untuk mendapatkan kesepakatan bersama, baik dengan pemberian diskon maupun adjustmen terhadap layanan agar sesuai dengan aggaran mereka. Namun, jika kesepakatan bersama tidak dapat diwujudkan, ya ikhlaskan saja agar tidak berujung merugikan penerjemah.

     

    Ketiga, kredibilitas yang masih dipertanyakan. Terkadang layanan dan harga sudah sesuai, tetapi karena merupakan penerjemah baru calon klien cenderung meragukan kredibilitas teman-teman, apalagi jika teman-teman tidak memberikan portofolio. Sebagai tidakan preventif, teman-teman bisa memperbanyak relasi, bergabung dalam asosiasi atau perkumpulan penerjemah (misalnya Himpunan Penerjemah Indonesia) untuk mendapatkan rekomendasi, melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas terjemahan, dan terus berusaha mencari calon klien lainnya.

     

    Keempat, klien membuka kesempatan kerjasama karena ingin membuat perbandingan. Bagaimana maksudnya? Penawaran teman-teman hanya digunakan sebagai pembanding harga atau tolok ukur penentuan anggaran. Misalnya institusi A sedang ingin membuat proyek XXX dan untuk menentukan anggaran, institusi A membuka kesempatan kerjasama agar mengetahui tarif terjemahan yang berlaku, bukan untuk mempekerjakan penerjemah. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya teman-teman melakukan riset singkat terhadap calon klien sebelum menawarkan layanan terjemahan.

     

    Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor kegagalan mendapatkan proyek terjemahan tidak sepenuhnya karena kesalahan penerjemah. Namun, langkah-langkah preventif tetap perlu dilakukan agar penawaran teman-teman dapat diterima oleh klien. Terakhir, tetap semangat ya, teman-teman!