Address: Jl. Mayjen Sungkono,Pertokoan Wonokitri Indah, Blok S No.18, Surabaya Jatim 60225, ID
Phone (62) 8233 1177 886
Language :

  • CERDAS MENGATUR KEUANGAN BAGI PENERJEMAH LEPAS
    20 Sep

    CERDAS MENGATUR KEUANGAN BAGI PENERJEMAH LEPAS

    Sudah menjadi rahasia umum jika penerjemah lepas tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, terkadang beberapa kali lipat lebih banyak atau bahkan tidak ada pemasukan sama sekali. Itu akan selalu bergantung pada berapa banyak proyek yang dikerjakan.

     

    Penghasilan yang tidak menentu sering kali menjadi sebuah masalah tersendiri bagi para penerjemah lepas. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini yang entah kapan akan berakhir. Oleh karena itu, para penerjemah lepas wajib memiliki kemampuan mengatur keuangan yang baik agar segala kebutuhan dapat terpenuhi meskipun tidak berpenghasilan tetap.

     

    Pada artikel ini, #Penerjemahku akan membagikan beberapa tips yang dapat membantu pengaturan keuangan #temanpenerjemahku.

     

    Pertama, buat laporan keuangan pribadi. Buat daftar pengeluaran tetap, yaitu anggaran yang harus dibayar setiap bulan, seperti tagihan listrik, sewa, pajak, penyedia internet, dll. Usahakan agar daftar ini dibuat dengan detail untuk memperkirakan jumlah anggaran setiap bulan, sehingga #temanpenerjemahku bisa lebih aman dalam mempersiapkan anggaran kedepannya. Untuk membuat laporan keuangan ini, #temanpenerjemahku dapat menggunakan aplikasi seluler khusus, atau bisa juga menggunakan notebook dan spreadsheet excel jika ingin lebih simple.

     

    Yang kedua ini masih berhubungan dengan yang pertama, yaitu tentukan jumlah penghasilan. #temanpenerjemahku mungkin memiliki klien reguler dan klien lain yang tidak menentu. Coba pisahkan penghasilan kedua sumber tersebut dan buatlah prakiraan pendapatan rata-rata setiap bulannya. Nantinya, prakiraan ini dapat dibandingan dengan laporan keuangan yang sudah dibuat. Jika prakiraan ini kurang dari jumlah pengeluaran bulanan, maka #temanpenerjemahku perlu melakukan usaha lebih agar bisa mendapatkan penghasilan yang sesuai. Salah satu caranya adalah dengan mempromosikan jasa #temanpenerjemahku sehingga bisa mendapatkan lebih banyak proyek atau mencoba cari pekerjaan sampingan lain.

     

    Ketiga, siapkan dana darurat. Sebagai penerjemah lepas yang tidak memiliki penghasilan tetap,  dana darurat sangatlah penting. Cara termudah untuk menyiapkan dana darurat yaitu dengan menyisihkan 10% dari pendapatan setiap bulan. Besarnya jumlah yang perlu disisihkan untuk dana darurat cukup relatif, tergantung dengan gaya hidup masing-masing. Umumnya, #temanpenerjemahku perlu memiliki dana tunai yang mencukupi kebutuhan 3-6 bulan, yang mana dana ini akan menjadi bekal #temanpenerjemahku pada masa-masa sulit untuk mencari pekerjaan.

     

    Keempat, yaitu investasi. Selain mempersiapkan dana darurat, sebaiknya #teman penerjemahku juga menyisihkan sebagian peghasilannya untuk investasi. Nah, jangan salah, investasi ini tidak melulu merujuk pada uang loh! Terdapat 3 hal yang harus diinvestasikan oleh penerjemah lepas, yaitu alat, keterampilan/pengetahuan, dan uang. Untuk alat berarti menggunakan uang untuk berinvestasi pada alat yang mendukung pekerjaan. Sedangkan keterampian/pengetahuan, #temanpenerjemahku bisa mengikuti webinar, kursus, atau kelas terbuka yang berkaitan dengan penerjemahan. Dengan alat dan keterampilan/pengetahuan yang memadai, tentunya kegiatan penerjemahan yang dilakukan akan lebih mudah dan baik hasilnya, bahkan dapat meningkatkan penghasilan juga. Untuk investasi uang, saat ini banyak sekali mulai dari emas hingga saham. Yang pasti, #temanpenerjemahku harus memilih instrumen investasi yang memiliki return diatas inflasi.

     

    Itulah tips mengatur keuangan ala #Penerjemahku. Dari keempat tips tersebut, langkah mana saja yang sudah pernah #temanpenerjemahku terapkan? Yuk mulai atur keuangan sejak dini agar dapat menikmati hasilnya di masa depan.