Address: Jl. Mayjen Sungkono,Pertokoan Wonokitri Indah, Blok S No.18, Surabaya Jatim 60225, ID
Phone (62) 8233 1177 886
Language :

  • MENERJEMAH ITU TIDAK MUDAH
    23 Aug

    MENERJEMAH ITU TIDAK MUDAH

    Seperti yang telah umum diketahui, menerjemah adalah kegiatan menyampaikan makna atau pesan dari bahasa sumber ke bahasa target. Machali dalam bukunya yang berjudul pedoman bagi Penerjemah (2009) menyebutkan bahwa menerjemah sama dengan membangun ”jembatan makna” antara produsen teks sumber dan pembaca teks target. Penerjemah tidak semata-mata menerjemahkan kata demi kata dari bahasa sumber ke bahasa target, namun juga mempertimbangkan maksud, struktur, serta perbedaan budaya dari bahasa tersebut.

    Seseorang yang memahami dua bahasa atau lebih, setidaknya menurut pakar teori penerjemahan, tidak serta merta menjadikannya penerjemah, melainkan ia harus mempunyai kualifikasi dan persyaratan khusus. Oleh karena itu, menerjemahkan itu tidak mudah, tidak hanya dilakukan dalam satu tahap saja, melainkan dikerjakan dengan beberapa tahap yang saling berkaitan. Nah, kali ini tahap-tahap dalam proses penerjemahan akan diulas.

    Pada umumnya, proses penerjemahan diawali dengan mengkaji seluruh teks sebelum mulai menerjemahkannya. Inilah mengapa biasanya penerjemah menentukan tarif yang berbeda untuk tema-tema tertentu. Setelah mendatkan gambaran tentang isi teks tersebut, penerjemah akan membaginya menjadi beberapa bagian untuk menentukan dari mana proses penerjemahan akan dimulai. Pembagian ini bisa berdasarkan layout, tingkat kesulitan, panjang pendek, dan lain sebagainya.

    Kemudian, tahap alih bahasa, yaitu proses pemindahan informasi atau makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Tidak jarang, penerjemah menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan seharian hanya untuk mencari satu padanan kata untuk satu istilah khusus. Belum lagi, jika harus mempertimbangkan aspek budaya, para penerjemah harus pintar-pintar menggunakan strategi khusus agar pembaca dapat memahami hasil terjemahan dengan mudah.

    Setelah teks dialihbahasakan ke bahasa target, maka teks tersebut akan direkonstruksi dan disesuaikan layout-nya sesuai dengan kesepakatan atau pesanan klien. Tahap rekonstruksi merupakan tahap di mana penerjemah menulis ulang atau mengungkapkan kembali materi yang sudah terolah pada tahap -tahap sebelumnya, sehingga hasil terjemahannya memiliki keterbacaan, gaya, dan kaidah yang wajar dan dapat diterima.

    Terakhir, penerjemah perlu melakukan pengendalian mutu (quality control). Tahap ini sangat penting dan dapat dilakukan dengan cara proofreading agar hasil terjemahan akurat, tepat, dan berkualitas sehingga kepuasan pelanggan dapat terjamin. Selain itu, pengendalian mutu bisa menjadi motivasi untuk penerjemah agar dapat bekerja lebih baik dengan kualitas tinggi.

    Sedihnya, sebagian besar calon klien terjemahan banyak yang tidak tahu atau bahkan tidak ingin tahu tentang pentingnya tahap-tahap penerjemahan ini, sehingga terkadang layanan penerjemahan kurang dihargai dengan pantas. Nah, untuk mengatasi hal ini kita dapat berlatih untuk melakukan komunikasi yang lebih baik dengan klien, memberikan pemahaman kepada mereka tentang rumitnya proses penerjemahan. Namun, perlu diingat bahwa tarif terjemahan tetap harus disesuaikan dengan harga pasar, kualitas terjemahan, dan background klien.